SENJATA INDONESIA DI PESAN NEGARA LAIN

In: news| war

14 May 2009

BANDUNG – Gelar komponen alat utama sistem senjata( alutsista) yang dilakukan di PT Pindad memang cukup mencengangkan. Ternyata, produksi dari pabrik senjata dalam negeri ini tidak kalah berkualitas dibanding luar negeri.

Pantauan okezone di luar salah satu hanggar PT Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Sabtu( 8/12/2007), terlihat gelaran jenis alutsista dari terkecil hingga panser.

Granat nanas hingga gas air mata juga dipamerkan ikut menyambut kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Peluru berjenis kaliber, senjata SS-2, senjata Tank ME105, roda rantai tank baja, hingga Ranpur S6×6 membuat mata para rombongan terkesima.

Staf Pengembangan Produksi untuk Grafik Desain PT Pindad, Dede Tasiri kepada okezone mengatakan, produksi SS-2 adalah yang menjadi idola. Selain 6. 000 section telah dipesan TNI AD pada tahun lalu, SS-2 juga produk langganan negara-negara Afrika seperti Zimbabwe, Mozambik, dan Nigeria.

“Kapasitas Pindad untuk SS-2 adalah 3. 000 section per tahun. Thailand dan Singapura juga kerap memesan jenis senjata ini, ” ujar Dede bangga.

Menurutnya, 70 persen pasokan senjata milik TNI adalah produksi Pindad. Sedangkan, thirty persen lainnya disupport dari luar negeri. Untuk komponen element bahan dasar senjata, Pindad memang masih menggunakan impor dari Eropa terutama Jerman. “Kebanyakan element yang digunakan dari Jerman sangat berkualitas. Sebab, dari dalam negeri belum memadai, ” tutup Dede lagi.

Comment Form

About this blog

Cap Phantom is blog about health, internet marketing, technology, and more.

Photostream

    flickrRSS probably needs to be setup